Menumbai adalah kegiatan mengambil madu lebah di pohon sialang, yaitu sejenis pohon yang tinggi dan merupakan tempat yang disenangi oleh lebah liar untuk bersarang.
Sebelum memanjat pohon sialang untuk mengambil madu, terlebih dahulu dipersiapkan peralatan sebagai berikut :
-Timbo (ember), untuk menampung sarang dan madu lebah.
-Tali panjang, untuk menurunkan timbo yang telah terisi madu
-Tunu/tunam (sabut kelapa dipasang diujung galah dan dibakar untuk mendapatkan bara api dan asap) sebagai alat pengusir lebah.
-Semangkat/tangga panjang, alat Bantu untuk memudahkan memanjat pohon sialang.
Kegiatan menumbai dipimpin oleh seorang yang dituakan yang disebut dengan Juragan Tuo (juru panjat). Juragan Tuo dibantu oleh beberapa juru panjat lainnya yang disebut juragan mudo yang bertugas membantu juragan tuo pada saat menyapu lebah, dan di bawah dibantu pula beberapa orang sebagai pengumpul timbo yang berisi madu yang diturunkan melalui tali ke bawah.
Upacara menumbai ini dilakukan pada malam hari di saat bulan gelap. Terdapat suatu kepercayaan bahwa di pohon sialang selalu didiami pula oleh makhluk halus dan waktu melakukan menumbai sering pula berhadapan dengan hal-hal yang ghaib, maka untuk itu pada setiap tahapan memanjat pohon selalu diirngi dengan membaca monto (mantera).
Sumber : www.pelalawankab.go.id